belajar berhitung melalui permaina dakon


Sekarang ini anak-anak cenderung ke arah kosmopolitanisme yang pada akhirnya menjauhkan mereka dari alam. Mereka jadi asing dengan jamuran, jethungan, cublak-cublak suweng dan sederet permainan tradisional lainnya. Kebanyakan anak-anak pada saat sekarang ini lebih suka bermain dengan mesin, seperti misalkan game computer, play station dan permainan modern lainnya.
Permainan dakon adalah salah satu jenis permainan tradisional yang kini sudah sangat jarang sekali kita temui, bahkan mungkin mulai menghilang dari peredaran. Anak-anak hampir tidak mengenal, apalagi menguasainya. Dalam bahasa Inggris, dakon disebut juga count and capture. Di negara-negara Arab disebut macala. Di Nigeria permainan ini namanya adi, sementara di negara Afrika Barat disebut warri atau awari. Masyarakat Filipina menyebutnya sungka dan di Malaysia disebut congkak. Dakon sebenarnya berasal dari Yordania dan sudah ada sejak 5000-7000 SM. Manfaat bermain dakon antara lain melatih anak dalam ketrampilan berhitung, mengatur dan menyusun strategi untuk memperoleh keuntungan. Permainan ini dilakukan oleh 2 orang, biasanya anak-anak berusia sekitar 8-12 tahun. Namun tidak mnutup kemungkinan permainan ini dimainkan oleh anak berusia di bawah 5 tahun. Karena cara bermainnya mudah dan menyenangkan. Bahan yang diperlukan untuk bermain dakon adalah:
1. Papan Dakon
Dahulu papan dakon dibuat dari gelondongan kayu (bisa juga batang pohon kelapa) yang dibelah dua. Masing-masing belahan dibuat dua jajaran lubang berjumlah 7 (bisa 5-10 lubang per baris). Pada tiap-tiap ujungnya (kanan & kiri) dibuat 1 lubang yang lebih besar dari lubang-lubang sebelumnya, gunanya untuk menabung biji dakon dari tiap pemain. Lubang tabungan tiap pemain ada di sebelah kiri. Sekarang papan dakon masih bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional, tetapi sebagian besar berbahan plastik. Apabila tidak mempunyai papan dakon, permainan dapat dilakukan dengan membuat lubang-lubang di tanah.
2. Biji Dakon
Biji dakon biasanya menggunakan biji buah asam, tetapi bisa juga dengan menggunakan batu kerikil, biji sawo, kerang-kerang kecil, dan sebagainya. Isi tiap-tiap lubang kecil dengan biji-biji tersebut sebanyak jumlah lubang tiap baris. Jika pada tiap baris terdapat 7 lubang kecil, maka tiap lubang diisi dengan 7 biji. Maka total biji yang diperlukan adalah 7x7x2 baris=98 biji.
3. Cara bermain.
Tiap pemain mengisi lubang-lubang dakonnya dengan biji, lalu diundi siapa dulu yang akan memulai permainan. Pemain yang mendapat giliran pertama akan meraup semua biji yang ada di salah satu lubang kecil (lubang yang ada di hadapannya). Kemudian menaburkan satu persatu biji tersebut ke dalam lubang kecil berikutnya (dilakukan searah jarum jam), termasuk ke dalam lubang tabungan sendiri dan lubang-lubang kecil milik lawan, tetapi tidak untuk lubang tabungan lawan. Jika biji terakhir jatuh di lubang yang masih ada bijinya, ambil semua biji (termasuk biji terakhir) kemudian lanjutkan menabur biji-biji baru tersebut ke dalam lubang-lubang kecil berikutnya. Jika biji terakhir jatuh di lubang tabungan, kita boleh melanjutkan permainan dengan cara yang sama seperti semula, yaitu ambil biji dari sembarang lubang kecil, lalu teruskan mengisi lubang-lubang kecil berikutnya dengan biji-biji tersebut. Jika biji terakhir jatuh di lubang kosong milik lawan, atau di lubang sendiri dengan lubang kosong di hadapan, maka giliran lawan untuk memulai permainan. Jika biji terakhir jatuh di lubang kosong milik sendiri, sementara lubang lawan di hadapannya berisi biji-bijian, maka ambil semua biji yang ada di dalam lubang lawan dan biji trakhir yang masuk di lubang sendiri. Giliran lawan yang bermain. Permainan berakhir jika semua biji dakon sudah masuk ke dalam lubang tabungan masing-masing pemain. Yang mengumpulkan biji lebih banyak, maka dialah pemenangnya. Jika hendak bermain beberapa babak, maka permainan selanjutnya dimulai dengan jumlah biji yang diperoleh dari babak sebelumnya. Jadi ada pemain yang mempunyai tabungan, ada pula yang kekurangan. (http://scarlet-adyant.blogspot.com/2009/04/dakon-permainan-tradisional-indonesia.html).
Pada saat mengisi masing-masing lubang dengan biji, pemain bisa sambil berhitung. Selain itu untuk bisa memenangkan permainan, ada trik yang bisa dilakukan, yaitu sebelum bermain, peserta memilih dahulu biji pada lubang mana yang akan disebar. Dalam memilih biji pada lubang yang akan disebar, pemain terlebih dahulu menghitung jumlah biji dan coba dipaskan dengan lubang yang akan diisi. Tujuannya agar biji terakhir dari kumpulan biji yang disebar bisa jatuh di lubang yang kosong. Kalau biji jatuh di lubang yang kosong, anda bisa mikul atau nembak. Dan, bila berhasil, akan semakin banyak biji yang terkumpul di lubang pojok milik anda, sehingga bisa memenangkan permainan. Untuk bisa mikul atau nembak, ada syaratnya. Mikul atau memikul bisa dilakukan bila biji terakhir yang disebar jatuh ke lubang kosong milik lawan, jadi anda bisa mengambil biji yang berada di kanan dan kiri lubang kosong itu untuk ditaruh di lubang pojok milik anda. Sementara nembak atau menembak, bisa dilakukan bila biji terakhir yang disebar jatuh ke lubang kosong milik anda, sehingga bisa mengambil biji di lubang lawan yang ada di seberang lubang kosong milik anda (http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-article/dakon/). Permainan ini akan melatih ketrampilan berhitung, kecermatan, kecerdikan, terampil, sportifitas, kejujuran, keadilan, dan akrab dengan orang lain (teman).
Akhirnya sebuah angin segar dapat dirasakan oleh para lulusan maupun mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan. Setelah sekian lama terkatung-katung karena ketidakjelasan profesi, akhirnya sekarang kita dapat berbangga hati. Hal ini bukan hanya karena tersiarnya kabar mengenai jabatan fungsional pengembang teknologi pembelajaran yang mana posisi tersebut hanya dapat ditempati oleh para lulusan Teknologi Pendidikan. Namun ada satu kabar gembira lagi.
Saat saya baca sebuah surat kabar harian hari ini (Minggu, 10 Mei 2009) ada kabar mengenai penerimaan Perwira POLRI . dalam syarat yang diajukan tertera berijazah S1/S2 dengan ketentuan program studi untuk yang Pendidikan hanya menerima dari Program studi Teknologi Pendidikan dan Pendidikan Olahraga. Sungguh hal yang sangat membanggakan dari sekian banyak jurusan kependidikan, ternyata yang dibutuhkan hanya 2 jurusan yang dibutuhkan dan salah satunya adalah Program studi Teknologi Pendidikan.
Ternyata apa yang selama ini menjadi cerita-cerita para dosen, saat mengajar iut benar. Hari ini aku telah membuktikannya. Para dosen selalu bercerita bahwa kita lulusan Teknologi Pendidikan mempunyai lahan lapangan kerja yang luas. kita bisa bekerja di sekolah-sekolah, lembaga-lembaga diklat, entertainer, atau bahkan sebagai wiraswasta. Saya pikir semua itu hanya omongan besar belaka.
Jadi mulai sekarang buat kalian para mahasiswa maupun lulusan Teknologi Pendidikan gak perlu khawatir akan masa depan Teknologi pendidikan. Karena sebenarnya lahan pekerjaan sangat luas jadi salah bila kalian berpikir bahwa kuliah di TP masa depan tidak jelas. Bila masih ada statement seperti itu,kita tinggal bercermin pada diri kita sendiri, yang tidak jelas itu TP-nya atau mahasiswa dan lulusannya yang kurang kompeten.

penelitian sejarah

Sebagai manusia, kita hidup dalam dua masa yaitu masa lampau dan masa sekarang dan semoga kita akan hidup dimasa yang akan datang. Banyak sekali hal yang terjadi di masa lampau, namun tidak semua hal tersebut bisa kita sebut sebagai sejarah. Karena suatu peritiwa dapat dikatakan sebagai peristiwa sejarah bila peristiwa merupakan peristiwa yang mampu memberikan perubahan, termasuk peristiwa penting, unik dan hanya sekali terjadi. Banyak orang berkata, biarlah yang lalu tetap berlalu. Namun bila kita bicara sejarah apakah hal ini pantas kita ucapkan? Hanya hal-hal yang tidak bernilai sejarah yang diperbolehkan berlalu, namun hal-hal yang tidak bernilai sejarah pun sebenarnya tidak boleh kita lupakan begitu saja. Karena peristiwa yang terjadi di masa lampau baik itu bernilai sejarah atau tidak, merupakan cerminan dari kehidupan kita sekarang. Sejarah penting untuk dipelajari karena dengan belajar sejarah kita akan belajar dari kesalahan kita di masa lampau agar apa yang menjadi kesalahan kita tidak kita ulangi untuk masa kini atau masa mendatang. Selain itu dengan mempelajari sejarah kita akan mampu melakukan perubahan langkah dan meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Misalkan sekarang banyak kita lihat perempuan sangat suka mengumbar aurat mereka, maka dari fenomena ini dapat kita lihat bagaimana kehancuran perempuan bila hal ini tidak diatasi.
Sekarang kita telah mengetahui betapa sejarah itu sangat penting untuk dipelajari atau bahkan diteliti. Menurut Suharsimi Arikunto dalam bukunya manajemen penelitian, penelitian sejarah adalah penelaahan dokumen serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Menurut Donald ari dkk (1980) dalam Yatim Riyanto yang dikutip oleh Zuriah Nurul, penelitian sejarah adalah usaha untuk menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan obyektif oleh para ahli sejarah dalam mencari, mengevaluasi, dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut. Langkah-langkah dalam melakukan kegiatan penelitian historis sebenarnya sangatlah mudah. Seperti penelitian lainnya, sebelum memulai penelitian kita harus menetapkan masalah yang akan kita teliti. Masalah yang dirumuskan haruslah jelas, ringkas, manageble, dan memiliki rasional yang kuat. Selanjutnya kita tetapkan sumber informasi yang relevan dalam penelitian kita. Sumber informasi dapat berupa dokumen, bahan tertulis, atau bahan cetakan, rekaman yang bersifat numeric, pernayataan lisan, dan peninggalan sejarah. Setelah menetapkan sumber informasi, kita ringkas informasi ayng diperoleh, untuk selanjutnya sumber informasi tersebut dievaluasi. Dalam mengevaluasi sumber sejarh tersebut kita harus memiliki sifat kritis. Selanjutnya hasil evaluasi tersebut kita interpretasikan. Dalam melakukan kegiatan interpretasi kita harus sangat berhati-hati karena kegiatan ini sangat rawan dengan kerancuan. Mengapa? Karena sumber sejarah yang kita peroleh belum tentu mutlak benar-benar terjadi, bisa saja ada hal-hal yang sengaja ditutupi untuk melindungi kepentingan-kepentingan para sumber informasi sejarah. Langkah terakhir adalah penulisan laporan penelitian.
(sumber Suharsimi Arikunto.2005, Nurul Zuriah.2006)

Sekarang aku telah kembali...................

Sebenarnya aku gak tahu apa yang akan aku ceritakan
Tapi tiba2 jari tanganku lancar sekali mengetik, menuliskan semua perasaan bahagiaku sekarang
karena sekarang semangatku untuk menjadi lebih baik itu muncul
Sekarang aku merasa kalo aku harus bangkit
Aku harus mulai lagi menjalankan amanahku dengan sebaik2nya
Aku harus kembali pada komitmen awalku
“Profesional seadil-adilnya”
Tadinya aku pikir ini mudah, tapi ternyata tidak
Karena untuk bisa adil itu sangat sulit
Dan itu telah aku buktikan sekarang
Ada satu amanah yang tetap harus ku korbankan
Itu artinya aku belum mampu untuk adil
Dan sekarang..................
Aku harus memperbaikinya
Memperbaiki BEM ku
Memperbaiki UKM ku
Memperbaiki PMJ (pengembangan media dan jaringan) ku
Yang Setelah lebih dari 1 bulan ini vakum
Sekarang aku ingin menyalakan kembali semangat yang dulu pernah berkobar
Aku akan membuat renstra untuk semua amanah yang sedang aku jalani
Sekarang aku sedang memulainya
Aku gak mau sesuatu yang telah dibangun dengan bagus oleh temen2 hancur gara-gara aku
Aku akan hadir dengan diriku yang baru,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Dengan diriku yang penuh semangat dan militan.......
Kini aku akan kembali berjuang bersama kalian.